Bintan

BINTAN

Bintan adalah pulau di provinsi Kepulauan Riau, di mana terdapat Kota Tanjungpinang sebagai pusat pemerintahan. Pulau ini berdekatan dengan negara Singapura. Pulau ini merupakan pulau terbesar di Kepulauan Riau, yang dikelilingi hampir 3.000 pulau, terbentang di seberang Singapura dan Johor Baru, Malaysia. Pulau ini melebar dari Malaka ke Laut Cina Selatan. Kota Tanjungpinang terletak di pantai barat selatan Bintan.

CARA KESANA

Pesawat Terbang

Bintan mempunyai bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang yang dilayani oleh maskapai Sriwijaya Air dari Jakarta dan Pekanbaru. Bandara ini terus melakukan perluasan dan pelebaran untuk mengundang berbagai maskapai membuka rute ke pulau ini. Alternatif lain menuju ke pulau ini adalah terbang menuju Bandara hang Nadim di Batam terlebih dahulu, lalu melanjutkan perjalanan dengan ferry ke pulau ini.

Kapal Ferry dan Speedboat

Kebanyakan wisatawan dari Singapura dan Malaysia ke Bintan masuk dengan kapal ferry. Jika berangkat dari Terminal Ferry Tanah Merah Singapura menuju Terminal Bandar Bentan Telani Lagoi atau Terminal Ferry Tanjung Pinang Sri Bintan Pura. Sedangkan berangkat dari Johor, Malaysia akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Punggur. Sementara, jika Anda berada di Batam juga dapat berangkat dari Pelabuhan Tanjung Punggur untuk menuju ke pulau ini. Dari pelabuhan tersebut, wisatawan dapat menaiki speedboat ke Lobam Pulau Bintan dengan tarif Rp35.000 dalam waktu 15 menit atau naik kapal ferry selama satu jam dengan tarif Rp26.000.

 

WAKTU TERBAIK UNTUK BERKUNJUNG

Maret adalah salah satu bulan terbaik dalam hal cuaca di Pulau ini. Jika cuaca sedang penting bagi Anda, Maret akan menjadi waktu yang baik untuk liburan. Ini bisa menjadi waktu yang baik untuk berjalan di sekitar daerah dan menjelajahi tempat-tempat utama.

 

BAHASA LOKAL

Kepulauan Riau sedikitnya memiliki empat bahasa Melayu dengan dialek yang berbeda satu dengan lainnya. Logat-logat bahasa Melayu yang ada, diantaranya Bahasa Melayu logat Natuna, Bahasa Melayu logat Anambas, Bahasa Melayu logat Senayang dan Bahasa Melayu Dagang. Sebagai bahasa pergaulan, Bahasa Melayu Dagang yang paling banyak digunakan di Bintan, Karimun, Lingga, Singkep, termasuk juga Anambas, Natuna dan Senayang. Namun, Bahasa Indonesia tetap digunakan sebagai bahasa pemersatu atau bahasa nasional.