Komodo

PULAU KOMODO

Pulau Komodo merupakan habitat asli hewan komodo yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, tepatnya sebelah timur Pulau Sumbawa yang dipisahkan oleh Selat Sape. Pulau ini juga masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Secara administratif, pulau ini masuk dalam wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

CARA KESANA

Pesawat Terbang

Bagi anda yang ingin liburan ke Kepulauan Komodo, anda harus memilih penerbangan dari kota anda menuju Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo. Rute penerbangan langsung menuju Labuan Bajo hanya bisa diakses dari Bandara Internasional I.G. Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional El Tari Kupang, Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta, dan Bandara Internasional Juanda. Namun untuk rute penerbangan perintis Bandara Komodo di Labuan Bajo juga bisa diakses dari Selayar, Ende, Bima, Waingapu, Ruteng, dan Maumere. Setelah sampai di Kota Labuan Bajo, anda harus menyebrang menggunakan fastboat atau anda juga mengikuti tur Live On Board (LOB) bersama kami.

Kapal Laut

Untuk jalur laut, tersedia perahu motor yang menghubungkan antar pulau dari Sape di Nusa Tenggara Barat setiap hari bila cuaca memungkinkan. Cara lain dengan kapal PELNI dari Bali dan Lombok berhenti di Pulau Komodo setiap dua minggu. Cara yang paling instan adalah mengikuti tur Live On Board (LOB) bersama kami dari Labuan Bajo atau juga bisa dari Bangsal Lombok.

 

WAKTU TERBAIK UNTUK BERKUNJUNG

Bulan Juni sampai Agustus merupakan waktu yang tepat berkunjung ke Kepulauan Komodo. Ada beberpa pertimbangan untuk berkunjung di bulan tersebut, diantaranya :

  • Ombak laut yang tenang sehingga cuaca tidak mengganggu kapal yang berlayar.
  • Merupakan masa kawin komodo, sehingga hal ini merupakan momen yang langka.
  • Semak akan berwarna kuning karena merupakan musim kemarau, sehingga akan lebih eksotis.

 

BAHASA LOKAL

Penghuni asli Kepulauan Komodo adalah orang-orang suku Ata Modo yang masih ada di pulau ini. Mayoritas penghuni pulau ini berasal dari Bima, Manggara, Flores Selatan dan Sulawesi Selatan yang bersuku Bajau Bugis. Jadi, bahasa yang digunakan cenderung bahasa bugis.