Malang

MALANG

Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Populasinya hingga kini diperkirakan sekitar 1.2 juta orang. Salah satu pesona kota ini yang tidak bisa ditandingi adalah lokasinya yang dikelilingi Gunung Kawi, Gunung Bromo-Tengger-Semeru yang juga merupakan kawasan konservasi hutan. Hal ini lah yang membuat kota ini sebagai kota peristirahatan dan wisata layaknya Bandung dan Bogor.

CARA KESANA

Pesawat Terbang

Perjalanan ke kota ini via jalur udara bisa anda capai dengan mengambil penerbangan menuju Bandara Abdul Rahman Saleh. Beberapa penerbangan dari Jakarta ke Malang misalnya dengan menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Wings Air, Batik Air, Citilink, Kal Star Aviation. Beberapa rute penerbangan dari kota lain yang bisa langsung menuju Bandara Abdul Rahman Saleh yaitu Bandara Internasional I.G. Ngurah Rai Bali, Bandra Internasional Syamsudinnoor Banjarmasin, dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Bandara ini berjarak 17 km dari pusat kota. Lokasinya berada di Pakis, Kabupaten Malang bagian Timur. Dari pusat kota menuju Bandara Abdul Rahman Saleh dapat ditempuh dengan durasi perjalan sekitar 30 menit.

Bus dan Travel

Dengan menggunakan bus umum ke kota ini bisa ditempuh dari berbagai kota besar di Pulau Jawa dan Pulau Bali menuju terminal Arjosari, Malang. Sementara dari Bandara Internasional Juanda Surabaya banyak terdapat layanan mobil travel yang bisa mengantarkan anda ke Malang. Tarifnya sekitar Rp 85.000.(Th. 2015) Sedangkan dari Bandara ke Batu Kota / Kec. Tumpang tarifnya sekitar Rp 105.000. Bahkan jika anda menuju Malang menggunakan akses kapal laut, tersedia juga travel dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Malang dengan tarif travel Rp 115.000 dan ke Batu Rp 135.000.

Kereta Api

Transportasi paling nyaman tapi murah dengan menggunakan Kereta Api. Rute kereta api menuju ke kota ini bisa dilayani dari berbagai kota di Pulau Jawa, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan lainnya.

 

WAKTU TERBAIK UNTUK BERKUNJUNG

Musim kemarau yang jatuh pada bulan Juli sampai September merupakan waktu favorit. Karena kalau anda berkunjung ke kota ini saat musim hujan, sudah dipastikan hampir setiap hari kota ini akan diguyur hujan. Hal ini membuat anda hanya bisa sedikit beraktivitas dan sedikit menjangkau berbagai wisata di Malang dan sekitarnya.

 

BAHASA LOKAL

Bahasa lokal masyarakatnya yaitu bahasa Jawa timuran, dengan dialek khas Kota Malang. Sebagian kecil menggunakan bahasa Madura. Sebagian lagi menggunakan dialek khas yang dikenal dengan Boso Walikan (Osob Kiwalan) kata-kata yang diucapkan secara terbalik dari belakang.

Misalnya Malang menjadi Ngalam, bakso menjadi oskab, burung menjadi ngurub, dan contoh lain seperti saya bangga arema menang menjadi ayas bangga arema nganem. Gaya bahasa masyarakat Malang terkenal egaliter dan blak-blakan, yang menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal basa-basi.