Pulau Kei

PULAU KEI

Pulau Kei merupakan salah satu gugusan pulau yang berada Indonesia timur tepatnya di ujung timur gugus kepulauan Maluku dan berada di selatan jazirah kepala burung daratan Papua. Pulau kei terkenal dengan kejernihan air lautnya dan juga pasir putihnya yang luar biasa. Kepulauan Kei merupakan bagian dari kabupaten Maluku Tenggara yang memiliki pusat perkotaan di Kota Langgur.

CARA KESANA

Pesawat Terbang

Akses terdekat menuju Kepulauan Kei adalah dengan mengawali perjalanan dari Ambon. Jadi anda bisa mencari penerbangan dari kota anda menuju Bandara Pattimura di Ambon. Maskapai penerbangan yang melayani penerbangan menuju Ambon (langsung / transit di Makassar / transit di Bali) diantaranya : Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Sriwijaya dan NAM Air.

Setelah sampai di Kota Ambon anda bisa memilih penerbangan berikutnya menuju Bandara Karel Sadsuitubun yang dulunya bernama Dumatubun di Kota Langgur Pulau Kei Kecil.

Kapal Laut

Alternatif lain Anda yang punya banyak waktu bisa menggunakan transportasi laut menggunakan Kapal Pelni KM Tidar dimana membutuhkan waktu kurang lebih 6 hari perjalanan, namun banyak tempat yang bisa disinggahi dimana rute perjalanan dimulai dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju ke Surabaya, kemudian dilanjutkan ke Makassar, dilanjutkan lagi ke Bau-Bau, kemudian dilanjut ke Ambon, dilanjutkan lagi ke Banda Neira, baru perjalanan dilanjut lagi ke Tual di Kepulauan Kei, dengan lama perjalanan kurang lebih 6 hari biaya untuk ongkos Kapal hanya RP. 655.500 – untuk dewasa, Rp. 494.000 – untuk anak – anak, sedangkan untuk bayi Rp. 73.500 – dalam perjalanan semua penumpang kapal yang memiliki tiket dapat jatah makanan sehari 3 kali (Pagi, siang dan malam).

Bagi anda yang ingin menjelajahi lautan Timur Indonesia, menaiki kapal pelni sangat direkomendasikan. Namun perlu dipertimbangkan pula bahwa jadwal berangkat kapal menuju kota Tual – Maluku Tenggara hanya berlangsung 2 kali dalam sebulan dengan waktu tempuh dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta – pelabuhan Yos Sudarso Tual selama 2 minggu.

 

WAKTU TERBAIK UNTUK BERKUNJUNG

Jika berkunjung ke Pulau Kei, waktu terbaik adalah di bulan juni – september, yaitu saat musim kemarau. Hal ini cocok untuk menikmati keindahan lautnya di saat cuaca dengan sinar matahari yang terik.

 

BAHASA LOKAL

Bahasa yang digunakan dalam komunikasi mayarakat setempat adalah Bahasa Kei.  Bahasa Kei atau Veveu Evav atau Veu Evav adalah salah satu bahasa dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa ini dituturkan oleh suku bangsa Kei, yakni orang-orang yang berasal dari Pulau Kei, atau yang mengaku sebagai warga pribumi dari 207 desa di Pulau Kei Kecil, Pulau Kei Besar, dan pulau-pulau sekitarnya. Warga penghuni Pulau Kur dan Kamear adalah masyarakat penutur bahasa Kur, sementara warga desa Banda Eli (Wadan El) dan Banda Elat (Wadan Ilat) di Kei Besar adalah masyarakat penutur bahasa Banda. Kelompok-kelompok masyarakat ini dipercaya bermigrasi dari Kepulauan Banda dan masih melestarikan bahasa asli leluhur mereka, namun mereka juga mampu menuturkan bahasa Kei yang merupakan bahasa pergaulan di kepulauan ini.